UPNOD – Atmosfer luar biasa di Stadion Utama Sumatera Utara selama Piala Kemerdekaan 2025 membuat Ketua Umum PSSI Erick Thohir melontarkan wacana baru: menjadikan stadion berkapasitas 25 ribu lebih ini sebagai salah satu kandang resmi Timnas Indonesia.
Dalam turnamen yang Timnas U-17 ikuti tersebut, stadion yang terletak di Desa Sena, Deli Serdang, selalu terlihat padat penonton. Catatan paling mencolok terjadi saat laga Indonesia melawan Mali, di mana 21.991 suporter hadir langsung. Angka tersebut hanya selisih sedikit dari kapasitas maksimal stadion.
“Antusiasme masyarakat Sumut ini luar biasa. Kami melihat stadion ini bisa dipertimbangkan menjadi salah satu kandang tim nasional ke depan,” kata Erick Thohir usai pertandingan, dikutip oleh sahabat UPNOD.
Stadion Utama Sumatera Utara dengan Fasilitas Modern dan Akses Strategis
Stadion Utama Sumatera Utara memiliki desain modern tanpa lintasan atletik, sehingga jarak tribun ke lapangan sangat dekat. Hal ini membuat atmosfer pertandingan lebih hidup, mirip stadion-stadion elite di Eropa.
Fasilitas lain yang tak kalah penting adalah ketersediaan panel surya sebagai sumber listrik alternatif, kursi khusus untuk difabel, serta tribun VIP dan VVIP. Dari sisi aksesibilitas, stadion ini juga mudah dijangkau melalui jalan tol Trans-Sumatra maupun kereta bandara Kualanamu, sehingga memudahkan penonton dari luar daerah.
Tak heran, stadion yang juga menjadi markas klub PSMS Medan itu disebut sebagai salah satu arena sepak bola paling modern di luar Pulau Jawa.
Sukses Jadi Tuan Rumah Piala Kemerdekaan
Ajang Piala Kemerdekaan 2025 menjadi debut besar stadion ini di kancah internasional. Menurut pelatih Timnas U-17 Nova Arianto, kondisi lapangan sangat baik dan sesuai standar. Penyelenggaraan pun berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Keberhasilan ini membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara semakin percaya diri. Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa daerahnya siap menggelar laga-laga internasional lainnya.
“Kami sudah buktikan. Stadion Utama Sumut mampu menjadi tuan rumah turnamen besar. Kami siap menyambut event internasional berikutnya,” ucap Bobby.
Dukungan Publik Stadion Utama Sumatera Utara Jadi Kunci
Selain fasilitas, faktor paling menonjol adalah dukungan publik. Stadion selalu terlihat padat penonton, bahkan sejak babak penyisihan. Pemandangan lautan manusia dengan atribut merah putih menjadi bukti nyata tingginya gairah masyarakat Sumut terhadap sepak bola nasional.
Banyak pihak menilai, dukungan semacam ini sangat dibutuhkan Timnas Indonesia. Selama ini, laga kandang Timnas kerap terpusat di Jakarta atau Pulau Jawa. Jika Stadion Utama Sumatera Utara benar-benar ditetapkan sebagai markas baru, maka akan ada pemerataan euforia sepak bola ke luar Jawa.
PSSI Pertimbangkan Sebagai Markas Baru Timnas
Meski peluang terbuka lebar, PSSI masih melakukan kajian
. Beberapa stadion lain juga masuk dalam radar, seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta) dan Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya). Namun, kesuksesan Stadion Utama Sumatera Utara dalam menggelar Piala Kemerdekaan jelas menjadi nilai tambah besar.Apapun keputusan akhirnya, masyarakat Sumatera Utara sudah lebih dulu menunjukkan komitmen mereka. Bahwa mereka siap menjadi tuan rumah bagi Timnas Garuda, sekaligus menjaga api semangat sepak bola tetap menyala dari ujung barat Indonesia.